Sabtu, 16 Desember 2017

Kapal Api Sebagai Penyambung Keakraban

Kapal Api "semangat" (dokpri) 

Tetes rintik hujan pagi sebagai pengganti embun yang menyejukkan, membuat suasana menjadi lumayan dingin. Rintik hujan enggan berhenti saat sinar surya berganti, sekalipun turunnya sudah diawali sedari malam lalu. Suasana dingin ini berasa sudah menjadi sahabat sehari-hari.
Dingin tanpa kenal waktu, pagi maupun siang bisa tahu-tahu mendung. Tetes rintik hujan kadang susah untuk berhenti, terus saja turun sekalipun perlahan terus membasahi. Dinginnya musim hujan selalu aku abaikan. Tanpa pikir berapa dalam dinginnya suhu, langsung saja kuseduh kopi “semangat” Kapal Api yang memang menjadi favorit teman kopi pagi hariku.
Kopi pagi = semangat. Kopi bisa meningkatkan kinerja otak, fakta atau mitos?. Yang jelas otak saya seperti berjalan 100x lipat saat sedang menyeruput kopi “semangat” Kapal Api panas-panas. Keadaan ini tidak hanya sebatas bikin saya semangat, tapi “cemungut”, kata anak ABG alay jaman now sih begitu.
Otak berasa fresh, segar dan saat itu juga ide-ide bermunculan melintas lalu-lalang dibenak kepala. Saat itu juga tidak saya sia-siakan hariku. Langsung aktifitas kumulai satu persatu disaat “memory” otak sedang bekerja giat dan optimal.
Jaman sekarang siapa yang tidak mengenal kopi?. Kedai kopi dan warung kopi menjamur dimana-mana. Budaya minum kopi serasa sudah menjadi life style, gaya hidup yang kekinian. Tidak update rasanya jika sehari saja tidak minum kopi favorit, kopi kesukaan yang aroma, rasa, harum dan mantabnya bikin hati sulit untuk berpaling. Rindu berpadu kangen jika sehari saja terlewatkan.
Ada aktifitas berarti ada break juga. Saat pekerjaan menumpuk, jenuh, kapan selesai kapan usai. Saat itulah waktunya GRANDE white coffe. Yang berasa merecharge mind, pikiran dan hati. Melupakan sejenak rutinitas serta tumpukan pekerjaan yang menunggu untuk dituntaskan. Choco toppingnya bikin beda, berasa menikmati kopi di cafe-cafe elite maupun restoran dimall ternama.


White Grande (dokpri)

Dulu yang namanya kopi ya identik dengan hitam, pahit dan berampas. Tidak ada yang namanya white coffe, coffe latte, blend, capuccino yang bertopping ataupun farian lain yang masih belum saya sebutkan.
Namun yang tidak pernah berbeda antara dulu dan sekarang memang Kopi Kapal Api memiliki aroma dan rasa yang berbeda. Khas dengan mutu juga rasa yang senantiasa dijaga disetiap produk-produknya.
Harumnya kopi Arabika dan kuatnya rasa kopi Robusta dipadu dalam satu kemasan hingga jadilah kopi FRESCO Kapal Api. Hal ini mengingatkan memory lama yang sejak dulu sudah saya rasakan, sekalipun saat itu saya masih dilarang untuk minum kopi saat masih duduk dibangku sekolah dasar.
Diera itu saya sering sekali disuruh nenek untuk membeli kopi di toko meracang (toko yang menjual segala kebutuhan sehari-hari dan rumah tangga) tidak jauh, cuman berjarak sekitar 50 meteran dari rumah.
Saat itu kopi yang dijual juga masih dalam bentuk bubuk timbangan. Bukan sachet yang praktis dan ekonomis seperti sekarang, satu kali takaran, siap saji dan siap minum. Kopi bubuk begitu biasa disebut.
Harum dan dalamnya rasa kopi langsung saja terasa saat sang penjual membuka tutup kaleng dimana kopi disimpan untuk ditimbang sesuai dengan permintaan konsumen. Ada juga kopi kemasan, bukan sachet. Kopi bubuk dalam kemasan, kopi murni tanpa gula juga bukan model special mix seperti sekarang yang tersedia dalam ukuran ¼, ½ dan 1 Kg.

Kapal Api Fresco (dokpri)

Harum Nikmat Kopi Kapal Api (dokpri)

Saat itupun minum kopi sudah seperti layaknya ritual. Minuman utama dikala sore hari menjelang petang saat selesai bekerja. Lanjut sebagai teman nonton TV (televisi) setelah selesai Isya’, terlebih memang dulu siaran televisi juga dimulai baru saat sore hari tidak seperti sekarang, 24 jam non stop dan channel TV juga baru satu belum puluhan dan beranekaragam.
Tidak jarang pula tetangga ikut nonton bersama menyaksikan siaran TV, karena dalam satu kampung belum semua orang memiliki televisi saat itu, masih relatif jarang. Memang dulu ekonomi terkesan penuh dengan keterbatasan, tetapi tidak dengan keakraban dan kerukunan. Tingkat kerukunan masyarakat masih sangat tinggi, akur dan guyubnya luar biasa.
Menyaksikan acara televisi bersama yang sudah ditunggu-tunggu tanpa perlu ganti channel dan tanpa berebut remote, asyiknya disitu. Disela nonton TV dan berbincang sana kemari, Kopi Kapal Api hadir sebagai minuman suguhan sekaligus penyambung keakraban antara satu dengan yang lain. Begitulah suasana keakraban yang terjalin. Kini senantiasa rindu dengan keakraban seperti itu yang tidak bisa tergantikan dengan kemajuan jaman yang terkesan sedikit memisahkan dan mulai melunturkan budaya kebersamaan yang dulu terbina dengan begitu indahnya.
Satu hal lagi peristiwa atau moment yang sangat berkesan bagi saya dan mungkin tidak akan pernah terlupa adalah, saat acara khitanan sepupu saya yang saat itu bertepatan dengan even piala dunia tahun 2006 silam. Sesi Piala Dunia dimana Italia keluar sebagai juara dan Jerman sebagai tuan rumah. Mengingat Italia merupakan negara idola dalam dunia bola saya jadi ceritanya ini “memory double plus”, kenangan sekali.
Kita tahu acara khitanan merupakan acara hajatan yang seringkali diadakan secara besar-besaran dan meriah layaknya acara pernikahan. Sepupu saya saat itu masih duduk dibangku kelas 5 SD. Alhasil acara khitanannya dibikin lumayan besar mengingat dia merupakan anak laki-laki pertama dari seorang guru disalah satu SMA negeri di Surabaya.
Semalam sebelum acara khitanan dalam budaya warga sekitar memang selalu ada acara kumpul-kumpul untuk meramaikan acara dan syukuran setelah tenda berdiri. Istilahnya “melek’an” untuk nongkrong bareng semalam suntuk tanpa tidur.
Permainan kartu dan remi atau catur yang biasa diisi dalam acara untuk “melek’an” diganti dengan nonton bareng. Berasa pas banget dengan even piala dunia tersebut. Alhasil acara begitu riuh, teriakan demi teriakan aksi saling dukung team kebanggaan menjadi sesuatu keseruan tersendiri, terlebih jika ada gol tercipta dari team kebanggaan mereka, suasana menjadi semakin “pecah”.
Suara celetukan “kopi 1 pak guru” dari salah satu warga menjadi guyonan tersendiri yang mewarnai dan menambah hangat suasana acara. Saya pun melihat lokasi bak warung berpindah, karena cemilan-cemilan kecil pun ikut serta menemani hangatnya Kopi Kapal Api yang disuguhkan. Saking semangat nya para warga aliran kopi sebagai teman nonton bareng mengucur dan mengalir begitu derasnya.

Kapal Api Teman Nobar (dokpri)

Sungguh Kopi Kapal Api sebagai teman penyambung keakraban dan kerukunan. Begitu dengan saya, tidak mau ketinggalan dengan acara nonton bareng tersebut dan tidak kuasa pula dengan aroma Kopi Kapal Api yang bederet disamping para warga yang ikut menyaksikan acara nonton bareng diacara khitanan sepupu saya. Finally, akhirnya saya tidak hanya sebatas menghirup aroma harum dan khas Kopi Kapal Api seperti nenek biasa menyuruh saya untuk membelinya ditoko meracang dekat rumah, tetapi juga ikut menikmati harumnya Kopi Kapal Api yang dulu selalu saya  rindukan.
Enak, nikmat, begitu ungkapan pertama setelah “menyeruput” #Kopi Kapal Api yang ternyata memang #JelasLebihEnak dan menjadi selera kita semua. Dari situ saya mulai menikmati lagi dan lagi nikmatnya ngopi #Kapal Api yang terseduh dari bubuk kopi hitam pilihan yang aroma dan rasanya sudah melegenda sejak dulu.
Saya memang belum begitu paham kopi, tapi tahu betul kalau harumnya Kopi Kapal Api itu sangat membuai indra perasa dan penciuman saya. Kian kemari akhirnya saya pun mulai tertarik lebih lagi untuk mengetahui berbagai macam farian kopi, baik dari jenis ataupun hasil olahan kopi itu sendiri. Berasa menjadi seorang barista dan budaya minum kopi pada nenek akhirnya menurun padaku, sebuah kenangan sekali, #KapalApiPunyaCerita.
Banyak manfaat yang didapat dari minum kopi yang paling dapat saya rasakan dari sekian lama menikmati kopi, mulai dari           :
-          Mencegah depresi.
-          Peningkatan memory.
-          Meningkatkan metabolisme tubuh.
-          Sumber untuk anti oksidan.
-          Meningkatkan kinerja dan performa.
Setidaknya 5 poit itu yang paling dapat saya rasakan, sekalipun masih banyak manfaat lebih lagi dari minum dan khasiat kopi itu sendiri. Mengurangi rasa lelah dan agar tetap fokus untuk bekerja, meningkatkan kecepatan dan reaksi tubuh merupakan faktor utama dari minum kopi.
Itulah mantapnya Kopi Kapal Api. Senantiasa mengedepankan kualitas aroma dan cita rasa dari produk biji-biji kopi pilihan, dengan proses yang detail untuk hasil maksimal. Sehingga mutu terjamin dan Jelas Lebih Enak.


#KapalApiPunyaCerita
#KopiKapalApi
#KapalApi

#JelasLebihEnak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar