Selasa, 26 Desember 2017

7 Keajaiban "Cultur and Culinary Macao" Dimulai dari Jembatan Taipa

Macao Tower (sublimechina.com)

Bersyukur Kompasiana bersama Macao Goverment Tourism Office (MGTO) mengadakan even seperti ini. Serasa tercerahkan dengan ulasan yang disajikan oleh MGTO dalam situs resminya. Sehingga membuat saya tertarik dan mulai menggali pemahaman lebih dalam mengenai Macao dan bagaimana sampai mendapat sebutan “Wonderful Macao”.

Sejarah Kependudukan Portugis
Macao yang memiliki culture dan budaya timur berpenduduk asli nelayan dari Fujian dan petani dari Guangdong, China. Portugis mulai masuk ke Macao disekitaran tahun 1550 dan mulai menanmkan budaya eropa yang dibawanya. Sehingga Macao kini memiliki cerita tersendiri setelah kependudukan Portugis.
Sekitar 400an tahun Portugis menanamkan pengaruh dan budayanya. Hingga pada 20 Desember 1999 Macao kembali kepangkuan China sebagai daerah administratif khusus. Tepat 18 tahun hingga dengan saat sekarang. Pasti banyak perayaan untuk menyambut kembalinya Macau ke Pangkuan China dibulan Desember ini, karena serasa hari kemerdekaan bagai Macau.
Jika dihitung memang belum terlalu lama Macao lepas dari penjajahan dan pengaruh Portugis, tapi lihatlah Macao yang sekarang. Berkembang begitu pesat, menjadi daerah administratif yang maju dan memiliki nilai historis tinggi.
Gaya Asia dan Eropa begitu cantiknya berpadu, mulai dari arsitektur, gaya hidup, begitu juga dengan kulinernya. Siapa yang tidak tergoda untuk menyibak keindahan, kecantikan dari perpaduan peradaban tersebut.
Bahasa Mandarin dan Portugis adalah bahasa resmi di Macao. Penduduk sehari-hari juga menggunakan bahsa Kanton yang merupakan bahasa paling banyak digunakan. Tapi kita tidak perlu khawatir juga jika hanya menguasai bahasa Inggris, karena di Macao juga dipergunakan. Menariknya banyak orang-orang Macao yang memiliki nama layaknya nama-nama Portugis.

Perjalanan ke Macao
Terminal Ferry (Venezia Lowis Youtube Channel) 

Untuk bisa sampai ke Macao membutuhkan waktu sekitar 1 jam menggunakan kapal ferry dari Hongkong. Selain noda transportasi air tersedia juga sarana helikopter menuju Macao, cuman  konsekuensinya harga tiket yang kudu dibayar relatif mahal. Dari referensi yang saya dapat untuk tiket bisa mencapai HKD 300 , sudah termasuk tiket pulang pergi, kreatif pakai banget buat mencari tiket murah ceritanya.
Transportasi kapal ferry selalu ada setiap hari dan setiap jam, beroperasi selama 24 jam. Jadi ceritanya bisa keliling-keliling ke Macao tanpa menginap, cukup seharian untuk mengcover destinasi wisata yang ada, sekalipun rasanya sehari tidak bakalan cukup untuk menikmati keindahan kota Macao yang exsotis tersebut.

Cultural Heritage
Perpaduan budaya timur dan barat menyatu sehingga banyak melahirkan wisata unggulan menarik. Banyak destinasi wisata Macao tersebut yang dinobatkan oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai situs warisan dunia.  
Menurut MGTO setidaknya lebih dari 20 monumen kuno dan alun-alun perkotaan yang terjalin dijantung kota, distrik bersejarah ini secara umum dikenal sebagai “Pusat Sejarah Macao” dan terdaftar di daftar Warisan Dunia pada tahun 2005.
Berikut destinasi wisata yang berasa 7 Wonderful Macao dari “kaca mata” saya.

Macao-Taipa Crossing Bridge
Jembatan Suramadu, photo bawah (Dok. Pribadi)

Taipa Crossing Bridge mungkin bukan merupakan destinasi pilihan, namun yang membuat sesuatu dari Jembatan ini adalah, saya melihat  kemiripan dengan Suramadu di Surabaya, Indonesia. Hal ini yang membuat pandangan saya tidak lepas dari Taipa Crossing Bridge, seperti memberikan pesona tersendiri.
Seperti halnya Suramadu, sebagai jembatan penyambung antar pulau. Mungkin serasa dikota sendiri jika bisa mencoba melewati Taipa Crossing Bride, menikmati area jembatan, berphoto serta exsplore pemandangan lepas pantai dan lanjut ke pulau Taipa.

Macao Tower
Macao Tower (sublimechina.com)

Atraksi Dalam Tower (The Jasmine Edit Youtube Channel) 

Memiliki tinggi sekitar 338 meter (1.108 kaki) merupakan menara tertinggi kedelapan diAsia. Dibangun pada tahun 2001 dan dirancang oleh Gordon Moller, seorang arsitek terkenal dari Selandia Baru. Dimenara ini kita bisa melakukan banyak atraksi, antara lain tower climb, sky walk, bungy jumping yang sangat memacu adrenalin. Awas yang memiliki penyakit ketinggian atau jantung lemah, jauh-jauh deh!.

Ruins of St. Paul’s
Ruins of St. Paul's (sublimechina.com)

Merupakan bagian destinasi yang paling banyak dikunjungi, dikenal juga sebagai Sam Ba Sing Tzik. Berdiri disebelah benteng gunung yang terkenal dan musem macao. Dibangun pada abad ke-17 dan mengalami kebakaran hebat pada tahun 1835 sehingga kini hanya menyisahkan bagian depan dan tangganya saja.
Ruins of St. Paul’s sebagai situs warisan dunia yang dinobatkan oleh UNESCO, menjadi land mark terkenal sekaligus sebagai simbol kekuatan rakyat setempat setelah terjadinya kebakaran tersebut.

Senado Square
Senado Square (sublimechina.com)

Inside Senado Square (Wonderliv Youtube Channel)

Gedung warna-warni cantiek, lantai halaman dipola layaknya teralis dengan batu berwarna mosaik bermotif gelombang yang dibuat oleh Portugis. Senado Square adalah sebuah plaza yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua dan bersejarah dengan icon air mancur dipusatnya.
Merupakan satu dari empat bangunan terbesar di Macao, yang mencakup 3.700 meter persegi. Pada tahun 2005 Senado Square dinobatkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia. Merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi, serasa belum ke Macao kalau belum ke Senado Square.

Venetian Macao
Venetian (sublimechina.com)

Gondola Ride (MrKesavaraj Youtube Channel)

Venetian merupakan resor terpadu pertama didunia. Terdapat casino terbesar diAsia dan merupakan salah satu tujuan hiburan paling menarik. Disini kita bisa menyaksikan berbagai macam atraksi dan hiburan berkelas.
Yang bikin menarik lagi di Venetian terdapat sungai buatan yang menyerupai kanal Marcopolo seperti Venezia di Italy, ada gondola lengkap dengan pendayungnya. Serasa berada di eropa karena pendayungnya juga berdandan mirip gaya orang Eropa. Jangan sampai gak naik gondola, nyesel kalau sampai terlewat.

Ama Tample
Ama Tample (sublimechina.com)

Inside Ama Tample (The Jasmine Edit Youtube Channel)

Menurut historisnya nama Macao berasal dari A-ma-Gau atau tempat A-Ma dan kuil ini didedikasikan untuk dewi laut yang berasal dari abad 16. Merupakan salah satu kuil tertua dan paling terkenal di Macao yang usianya melebihi kota Macao itu sendiri, karena Ama Tample sudah berdiri jauh sebelum kota Macao ada. Ama Tample sebagai situs warisan dunia yang dinobatkan oleh UNESCO, seperti halnya Ruin of St. Paul dan Senado Square. Ama Tample terletak disebelah tenggara menara Macao.

Macao Fisherman’s Wharf
Fisherman's Wharf (sublimechina.com)

Inside Fisherman's Wharf (Wonderliv Youtube Channel)

Macau Fisherman’s Wharf adalah taman hiburan hibrida, yang menggabungkan antara fasilitas perbelanjaan makanan, hiburan, perhotelan dan pameran disatu lokasi. Berjarak 5 menit dari terminal ferry dan Hely Port Macao-Hongkong.
Wonderful Macao, Indah banget Macao. Apakah Macao hanya samapai disitu, tentu tidak!. Destinasi tersebut merupakan destinasi unggulan favorit yang wajib dikunjungi di Macao. Masih banyak destinasi yang bisa dikunjungi seperti St. Lawrence Church, Macao Museum, Camoes Garden, Casino Lisboa, Kunlam Statu dan Guia Fortress. Cuman masalahnya kita mau stay berapa hari atau berapa lama Macao?.
Culinary Macanese
Mengunjungi wisata unggulan tanpa mencicipi kuliner setempat akan terasa hambar. Mungkin terkesan susah mencari kuliner halal yang tidak bikin kuatir terlebih yang bersertifikasi halal. Tapi ternyata banyak juga kuliner halal yang bisa dijumpai yang tergolong khas dan menarik dari daerah setempat.

Berikut destinasi kuliner yang berasa 7 Tasty Delicious Macanese

Pastel de nata (Portuguese Egg Tarts)
dok. Macao Goverment Tourism Office

Makanan ringan yang wajib dicoba di Macao. Egg Tart awalnya merupakan makanan khas dari Portugis namun telah dimodifikasi sehingga menjadi jajanan yang khas di Macao. Dengan rasa yang manis, serta cita rasa yang kaya dan tekstur renyah creamy nya bikin senantiasa ngangenin.

Cake Almond
dok. Macao Goverment Tourism Office

Sama dengan Egg Tart, Kue Almond juga merupakan makanan atau jajanan favorit yang hampir bisa ditemukan disetiap jalanan dikota Macao. Rasa manis dan renyahnya Almond akan lumer dimulut pada gigitan pertama. Perpaduan tekstur seperti kue sagu dengan aroma sedap pasti akan bikin senantiasa ketagihan.

Shrimp roe noodles
dok. WhereisFatboy.blogspot.co.id

Kenikmatan rasa mie udang ini akan membuat kita terus kepingin nambah dua hingga tiga kali. Mie udang Macao rasanya tak tertandingi. Mie yang kenyal dengan rasa udang yang lezat, serasa sedang menikmati hidangan makan malam yang berkesan.

Puding Susu kukus
dok. Macao Goverment Tourism Office

Jika tidak mencoba puding susu ini, serasa ada sesuatu yang terlewatkan. Diet susu tanpa laktosa, karena rasanya bisa memanjakan, dihidangkan dalam keadaan dingin atau panas.Puding rasa susu yang nikmat dengan tekstur yang halus nan lembut, sangat nyaman dimulut.

Bacalhau
dok. Macao Goverment Tourism Office

Bacalhau atau ikan Cod asin dalam istilah Portugis, adalah salah satu menu seafood pilihan yang sangat terkenal di Portugis, dan telah dimodifikasi sebagai snack di Macao. Biasanya dibuat sebagai bekal dalam berpergian, seringnya dibentuk dengan bulatan kecil digoreng sebagai snack yang enak. Biasanya tiap restauran memiliki cara tersendiiri dalam menyajikan menu ini, jadi ceritanya harus coba di saat waktu senggangmu.

African Chicken
dok. Macao Goverment Tourism Office

Dari namanya mungkin menu yang satu ini asli dari Afrika sana, mulai menjadi menu lokal mulai tahun 1940. Karena memang tidak ada cerita khusus hingga kenapa menu ini sampai dinamakan African Chicken. Dari penyajiannya sepertinya enak banget dan patut dicoba.

Portuguese Seafood Rice
dok. Macao Goverment Tourism Office

Portugis seafood rice dihidangkan bersama seafood segar seperti kepiting dan kerang tiram, bersama dengan kaldu tomat manis yang sarat dengan rasa. Sesuai dengan namanya nasi seafood ini dihidangkan dengan gaya dan style ala Portugis.

Inilah yang menarik dari Macao. Kita bisa mengenal peradaban di Macao, kultur Asia yang dalam sebagai perwakilan budaya timur dan budaya Eropa dari Portugis yang menancapkan pengaruhnya selama 400 tahun sebagai kultur barat menghasilkan peradaban yang luar biasa, Wonderful Macao.
Karena begitu Wonderful Macao nya sehingga banyak destinasi yang dinobatkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia. Tidak salah dan pas sekali menjadikan Macao sebagai destinasi travelling utama diakhir tahun atau awal tahun ini. Karena tidak cukup hanya melihat Macao sebatas dari photo-photo ataupun video tanpa mengunjungi secara langsung.
Semoga kedepan impian ini bisa terwujud dan terkabul, merealisasikan dan menyaksikan langsung “Thousand Portarait of Macao, A Combination of World, Cultural Heritage and Culinary”, sebagai Wonderful Macao.secara nyata.


#WonderfulMacao
#ExperienceMacaoYourOwnStyle
#P_pras


Sabtu, 16 Desember 2017

Kapal Api Sebagai Penyambung Keakraban

Kapal Api "semangat" (dokpri) 

Tetes rintik hujan pagi sebagai pengganti embun yang menyejukkan, membuat suasana menjadi lumayan dingin. Rintik hujan enggan berhenti saat sinar surya berganti, sekalipun turunnya sudah diawali sedari malam lalu. Suasana dingin ini berasa sudah menjadi sahabat sehari-hari.
Dingin tanpa kenal waktu, pagi maupun siang bisa tahu-tahu mendung. Tetes rintik hujan kadang susah untuk berhenti, terus saja turun sekalipun perlahan terus membasahi. Dinginnya musim hujan selalu aku abaikan. Tanpa pikir berapa dalam dinginnya suhu, langsung saja kuseduh kopi “semangat” Kapal Api yang memang menjadi favorit teman kopi pagi hariku.
Kopi pagi = semangat. Kopi bisa meningkatkan kinerja otak, fakta atau mitos?. Yang jelas otak saya seperti berjalan 100x lipat saat sedang menyeruput kopi “semangat” Kapal Api panas-panas. Keadaan ini tidak hanya sebatas bikin saya semangat, tapi “cemungut”, kata anak ABG alay jaman now sih begitu.
Otak berasa fresh, segar dan saat itu juga ide-ide bermunculan melintas lalu-lalang dibenak kepala. Saat itu juga tidak saya sia-siakan hariku. Langsung aktifitas kumulai satu persatu disaat “memory” otak sedang bekerja giat dan optimal.
Jaman sekarang siapa yang tidak mengenal kopi?. Kedai kopi dan warung kopi menjamur dimana-mana. Budaya minum kopi serasa sudah menjadi life style, gaya hidup yang kekinian. Tidak update rasanya jika sehari saja tidak minum kopi favorit, kopi kesukaan yang aroma, rasa, harum dan mantabnya bikin hati sulit untuk berpaling. Rindu berpadu kangen jika sehari saja terlewatkan.
Ada aktifitas berarti ada break juga. Saat pekerjaan menumpuk, jenuh, kapan selesai kapan usai. Saat itulah waktunya GRANDE white coffe. Yang berasa merecharge mind, pikiran dan hati. Melupakan sejenak rutinitas serta tumpukan pekerjaan yang menunggu untuk dituntaskan. Choco toppingnya bikin beda, berasa menikmati kopi di cafe-cafe elite maupun restoran dimall ternama.


White Grande (dokpri)

Dulu yang namanya kopi ya identik dengan hitam, pahit dan berampas. Tidak ada yang namanya white coffe, coffe latte, blend, capuccino yang bertopping ataupun farian lain yang masih belum saya sebutkan.
Namun yang tidak pernah berbeda antara dulu dan sekarang memang Kopi Kapal Api memiliki aroma dan rasa yang berbeda. Khas dengan mutu juga rasa yang senantiasa dijaga disetiap produk-produknya.
Harumnya kopi Arabika dan kuatnya rasa kopi Robusta dipadu dalam satu kemasan hingga jadilah kopi FRESCO Kapal Api. Hal ini mengingatkan memory lama yang sejak dulu sudah saya rasakan, sekalipun saat itu saya masih dilarang untuk minum kopi saat masih duduk dibangku sekolah dasar.
Diera itu saya sering sekali disuruh nenek untuk membeli kopi di toko meracang (toko yang menjual segala kebutuhan sehari-hari dan rumah tangga) tidak jauh, cuman berjarak sekitar 50 meteran dari rumah.
Saat itu kopi yang dijual juga masih dalam bentuk bubuk timbangan. Bukan sachet yang praktis dan ekonomis seperti sekarang, satu kali takaran, siap saji dan siap minum. Kopi bubuk begitu biasa disebut.
Harum dan dalamnya rasa kopi langsung saja terasa saat sang penjual membuka tutup kaleng dimana kopi disimpan untuk ditimbang sesuai dengan permintaan konsumen. Ada juga kopi kemasan, bukan sachet. Kopi bubuk dalam kemasan, kopi murni tanpa gula juga bukan model special mix seperti sekarang yang tersedia dalam ukuran ¼, ½ dan 1 Kg.

Kapal Api Fresco (dokpri)

Harum Nikmat Kopi Kapal Api (dokpri)

Saat itupun minum kopi sudah seperti layaknya ritual. Minuman utama dikala sore hari menjelang petang saat selesai bekerja. Lanjut sebagai teman nonton TV (televisi) setelah selesai Isya’, terlebih memang dulu siaran televisi juga dimulai baru saat sore hari tidak seperti sekarang, 24 jam non stop dan channel TV juga baru satu belum puluhan dan beranekaragam.
Tidak jarang pula tetangga ikut nonton bersama menyaksikan siaran TV, karena dalam satu kampung belum semua orang memiliki televisi saat itu, masih relatif jarang. Memang dulu ekonomi terkesan penuh dengan keterbatasan, tetapi tidak dengan keakraban dan kerukunan. Tingkat kerukunan masyarakat masih sangat tinggi, akur dan guyubnya luar biasa.
Menyaksikan acara televisi bersama yang sudah ditunggu-tunggu tanpa perlu ganti channel dan tanpa berebut remote, asyiknya disitu. Disela nonton TV dan berbincang sana kemari, Kopi Kapal Api hadir sebagai minuman suguhan sekaligus penyambung keakraban antara satu dengan yang lain. Begitulah suasana keakraban yang terjalin. Kini senantiasa rindu dengan keakraban seperti itu yang tidak bisa tergantikan dengan kemajuan jaman yang terkesan sedikit memisahkan dan mulai melunturkan budaya kebersamaan yang dulu terbina dengan begitu indahnya.
Satu hal lagi peristiwa atau moment yang sangat berkesan bagi saya dan mungkin tidak akan pernah terlupa adalah, saat acara khitanan sepupu saya yang saat itu bertepatan dengan even piala dunia tahun 2006 silam. Sesi Piala Dunia dimana Italia keluar sebagai juara dan Jerman sebagai tuan rumah. Mengingat Italia merupakan negara idola dalam dunia bola saya jadi ceritanya ini “memory double plus”, kenangan sekali.
Kita tahu acara khitanan merupakan acara hajatan yang seringkali diadakan secara besar-besaran dan meriah layaknya acara pernikahan. Sepupu saya saat itu masih duduk dibangku kelas 5 SD. Alhasil acara khitanannya dibikin lumayan besar mengingat dia merupakan anak laki-laki pertama dari seorang guru disalah satu SMA negeri di Surabaya.
Semalam sebelum acara khitanan dalam budaya warga sekitar memang selalu ada acara kumpul-kumpul untuk meramaikan acara dan syukuran setelah tenda berdiri. Istilahnya “melek’an” untuk nongkrong bareng semalam suntuk tanpa tidur.
Permainan kartu dan remi atau catur yang biasa diisi dalam acara untuk “melek’an” diganti dengan nonton bareng. Berasa pas banget dengan even piala dunia tersebut. Alhasil acara begitu riuh, teriakan demi teriakan aksi saling dukung team kebanggaan menjadi sesuatu keseruan tersendiri, terlebih jika ada gol tercipta dari team kebanggaan mereka, suasana menjadi semakin “pecah”.
Suara celetukan “kopi 1 pak guru” dari salah satu warga menjadi guyonan tersendiri yang mewarnai dan menambah hangat suasana acara. Saya pun melihat lokasi bak warung berpindah, karena cemilan-cemilan kecil pun ikut serta menemani hangatnya Kopi Kapal Api yang disuguhkan. Saking semangat nya para warga aliran kopi sebagai teman nonton bareng mengucur dan mengalir begitu derasnya.

Kapal Api Teman Nobar (dokpri)

Sungguh Kopi Kapal Api sebagai teman penyambung keakraban dan kerukunan. Begitu dengan saya, tidak mau ketinggalan dengan acara nonton bareng tersebut dan tidak kuasa pula dengan aroma Kopi Kapal Api yang bederet disamping para warga yang ikut menyaksikan acara nonton bareng diacara khitanan sepupu saya. Finally, akhirnya saya tidak hanya sebatas menghirup aroma harum dan khas Kopi Kapal Api seperti nenek biasa menyuruh saya untuk membelinya ditoko meracang dekat rumah, tetapi juga ikut menikmati harumnya Kopi Kapal Api yang dulu selalu saya  rindukan.
Enak, nikmat, begitu ungkapan pertama setelah “menyeruput” #Kopi Kapal Api yang ternyata memang #JelasLebihEnak dan menjadi selera kita semua. Dari situ saya mulai menikmati lagi dan lagi nikmatnya ngopi #Kapal Api yang terseduh dari bubuk kopi hitam pilihan yang aroma dan rasanya sudah melegenda sejak dulu.
Saya memang belum begitu paham kopi, tapi tahu betul kalau harumnya Kopi Kapal Api itu sangat membuai indra perasa dan penciuman saya. Kian kemari akhirnya saya pun mulai tertarik lebih lagi untuk mengetahui berbagai macam farian kopi, baik dari jenis ataupun hasil olahan kopi itu sendiri. Berasa menjadi seorang barista dan budaya minum kopi pada nenek akhirnya menurun padaku, sebuah kenangan sekali, #KapalApiPunyaCerita.
Banyak manfaat yang didapat dari minum kopi yang paling dapat saya rasakan dari sekian lama menikmati kopi, mulai dari           :
-          Mencegah depresi.
-          Peningkatan memory.
-          Meningkatkan metabolisme tubuh.
-          Sumber untuk anti oksidan.
-          Meningkatkan kinerja dan performa.
Setidaknya 5 poit itu yang paling dapat saya rasakan, sekalipun masih banyak manfaat lebih lagi dari minum dan khasiat kopi itu sendiri. Mengurangi rasa lelah dan agar tetap fokus untuk bekerja, meningkatkan kecepatan dan reaksi tubuh merupakan faktor utama dari minum kopi.
Itulah mantapnya Kopi Kapal Api. Senantiasa mengedepankan kualitas aroma dan cita rasa dari produk biji-biji kopi pilihan, dengan proses yang detail untuk hasil maksimal. Sehingga mutu terjamin dan Jelas Lebih Enak.


#KapalApiPunyaCerita
#KopiKapalApi
#KapalApi

#JelasLebihEnak

Jumat, 08 Desember 2017

Mendesain Jembatan Merah Plaza Sebagai Icon Wisata Belanja


Bagi warga Surabaya pasti tahu JMP (Jembatan merah plaza), yang lokasinya memang tepat bersebelahan dengan Jembatan Merah Surabaya yang penuh dengan sejarah itu. Atau dari kota lain, semisal Gresik, Lamongan juga Sidoarjo  yang sering berbelanja grosir disitu. Sekalipun sering lewat depan lokasi tapi entah sudah berapa lama tidak mengunjungi JMP. Terakhir berkunjung kesana setelah pembukaan JMP2, mungkin sudah sepuluh tahunan lebih kalau tidak salah ingat.
Siang kemaren memang sengaja ingin mengunjungi JMP untuk melihat pameran furniture yang sebelumnya dapat informasi dari teman, kalau produknya ada yang dipasarkan disana. Akhirnya setelah sekian lama  saya sempatkan berkunjung ke JMP untuk melihat produk furnitur teman saya tersebut.
Saat masuk  kondisi lengang sudah terasa, aku pikir mungkin sebagian saja. Langkah terus saya lanjutkan. Tidak lama baru beberapa toko dari pintu masuk, ada seorang pedagang dengan stand losnya. Disitu saya ditawari seorang ibu untuk melihat dagangannya, saat itu saya cuman senyum, karena memang tidak ada niatan untuk berbelanja. Telusur sambil mencari lokasi pameran, ternyata sepi banget, kalau orang Surabaya bilang “sepi pol”. Soal dulu kalau masuk kesana sudah pasti “senggol-senggolan” dengan para pengunjung lain karena memang kondisinya selalu ramai. Apalagi kalau saat bulan puasa atau menjelang idul fitri, pasti kondisi dalam pertokoan JMP bukan ramai lagi , tapi macet. Mau pilih-pilh barang saja harus rela antri dan berdesak-desakan.
Sekarang dari tiap lantainya selalu ada stand yang tutup, malah dibeberapa lantai ada sisi area yang sudah kosong. Raut muka para pedagang juga sudah beda dengan yang dulu, seperti ada kecemasan, sekalipun sapaan-sapaan penawaran barang dagangan masih tetap ada. Dalam hati kok bisa seperti ini?. Akhirnya langkah saya lanjutkan untuk lebih menyusuri semua lokasi yang dulu menjadi titik-titik keramaian. Apa gerangan? gumam dalam hati, saya yang ketinggalan berita atau saya, juga kita yang sudah mulai “terdegradasi”, dalam arti lebih suka mengunjungi dan berbelanja di mall ataupun plaza yang mewah dan bergeser ketempat yang lebih wah. Belum lagi “gurita” toko Online yang sudah sangat merubah life style model gaya berbelanja kita.
Dalam hati sedih campur aduk melihat kondisi seperti itu. Dalam benak pikir, saya harus berbelanja disini, tapi apa ?. Saat itu juga teringat ibu tadi yang sempat menawari saya di lantai satu dengan stand los nya. Walaupun agak lupa lokasi stand ibu tersebut, namun setelah cari sana sini alhamdulilah akhirnya ketemu juga. Disitu saya dipanggil “mas ganteng”, saya sampai ketawa dan senyum sendiri mendapat sambutan hangat ibu penjual dalam menawarkan barang dagangannya tersebut. Langsung saja tawaran berbagai macam dagangannya ia luncurkan. Sekalipun tidak begitu butuh dengan barang yang ditawarkan tapi saat itu saya berusaha memilih dan membeli apa yang bisa saya beli. Lagi-lagi saya dapat titel lagi, “mas sabar”, katanya saya orangnya sabar banget lho, nglihatnya dari mana coba. Mungkin dari melihat dan mendengarkan saja  apa yang ditawarkan penjual tanpa melakukan penawaran, langsung pilih dan bayar sesuai dengan harga yang ditawarkan.
Disisi itulah saya melihat sepertinya kondisi JMP sudah lama terlihat kurang bergairah, sekalipun sekilas tampak depan jalan terlihat ramai dengan dinamika yang cukup.
Pameran furniture produk teman saya ternyata juga bukan sebuah pameran, melainkan memang salah satu produk yang dijual disalah satu stand toko JMP namun dipajang agak keluar yang sekilas nampak seperti pameran. Itupun kondisinya juga kurang bergairah, tidak kalah mengenaskan dan sepi pengunjung.
Jika menelaah lebih dalam JMP harusnya bisa lebih prospek dan menarik ketimbang mall atau plaza lain yang begedung mewah. Mari kita amati dan telaah satu persatu beberapa spot diseputaran area JMP.
Jika kita berdiri di depan lokasi JMP, disana taman sudah dibangun dengan elok nan cantik. Taman Jayeng Rana yang dulu tandus, sekarang sudah disulap layaknya taman Bungkul di raya Darmo. Nama taman Jayeng Rana tersebut juga sudah berganti menjadi Taman Sejarah, luar biasa, pas banget juga penamaan taman tersebut, sinergi dengan “aura” Jembatan Merah yang memiliki sejarah sangat dalam. Akses free wifi yang cepat dan tanpa putus menjadi nilai tambah, jangan salah karena saya sudah mencobanya dan memungkinkan taman Sejarah dipakai lapak layaknya arisan keluarga dan kumpul bareng komunitas yang bisa menjadi nilai lebih lagi buat JMP.
Taman Sejarah, Jembatan Merah Plaza. (dokpri)

Area bermain, Taman Sejarah. (dokpri)

Salah satu sisi rest area Taman  Sejarah, full wifi hot spot. (dokpri)

Sebelah sisi kiri JMP mengalir sungai Surabaya yang disitu terdapat Jembatan Merah Surabaya. Jembatan Merah yang masyur, sebagai saksi sejarah tanpa batas.  Dimana ceritanya tidak bakalan habis untuk diulas.
Sungai Surabaya dengan Jembatan Merah (dokpri)

Jembatan Merah (dokpri)

Sebelah sisi depan kanan terdapat terminal yang sudah rapi tidak semrawut seperti dulu. Armada becak-becak juga sudah tertata rapi dengan ketersediaan pangkalan tersendiri sejajar dengan lokasi terminal, yang tak kalah elok dengan sisi background bangunan bersejarah pula.
Terminal Jembatan Merah (dokpri)

Area Becak, Terminal Jembatan Merah. (dokpri)

Jika kita menatap kedepan masih berdiri dengan orisinil gedung bank Mandiri yang nilai sejarahnya tidak kalah tinggi. Apa yang kurang coba dari Jembatan Merah Plaza?. Sisi tersebut harusnya bisa menjadi nilai tambah, sebuah nilai lebih yang bisa dijual untuk Jembatan Merah Plaza Surabaya.
Gedung Bank Mandiri, Jembatan Merah (dokpri)

JMP bisa menjadi icon besar dengan menyinergikan empat spot dari titik area tersebut yang kesemuanya memiliki nilai jual tinggi. Dengan begitu JMP tidak sekedar bisa ramai kembali menjadi pusat belanja dan pusat grosir terbesar tetapi memiliki nilai lebih dan lebih menarik dari sekedar tempat pusat perbelanjaan.
Penataan area JMP sudah sungguh begitu bagusnya. JMP bisa dijadikan sebagai wisata sejarah sekaligus wisata belanja. JMP harus memiliki stand atau spot khusus yang didalamnya menjual suvenir atau merchendise yang berbau sejarah yang nantinya bisa lebih-lebih lagi menjual nilai JMP.
Ibu walikota Surabaya tentunya sangat memahami dengan menata area JMP dengan begitu elok nan cantiek, tinggal warga kota Surabaya harus kembali ke jati dirinya. Ikut memberdayakan kembali ekonomi kerakyatan yang peduli nilai-nilai sejarah dan keberdayaan. Mengingat JMP sangat potensial menjadi wisata belanja, sejarah dan cagar budaya sekaligus pusat grosir Indonesia bagian timur seperti eranya dulu.


#JembatanMerahPlaza
#JembatanMerah
#CagarBudaya
#WisataBelanja

Salam
Mata2hati